BANGIL - Sejumlah pengurus Madrasah Aliyah di wilayah Kabupaten Pasuruan tengah gundah. Itu lantaran adanya penyusutan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang mereka terima tiga bulan terakhir.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, pengurangan dana itu berlangsung sejak Oktober hingga Desember 2016. Pengurangan dana BOS yang terjadi bahkan hampir 50 persen dari biasanya. Jika umumnya per siswa dijatah Rp 100 ribu per bulan, sejak Oktober hingga Desember 2016 lalu, hanya dijatah sekitar Rp 55 ribu per bulannya untuk setiap siswa atau santri.
Hal ini jelas ...
Sign up here with your email
ConversionConversion EmoticonEmoticon