PROBOLINGGO - Anggaran jumbo yang dialokasikan untuk Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Probolinggo tiap tahun, tak sepenuhnya terserap. Pada 2014 misalnya, alokasi anggaran Rp 57.668.544.097 hanya terserap sebesar Rp 24.589. 715.407 atau 42,64 persen saja. Kondisi itu terutama disebabkan kegiatan-kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Di tahun 2013 dan 2014 DAK banyak yang tak dapat direalisasikan.
Ini, lantaran petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terlambat diterima. Tak tanggung-tanggung, nilai DAK pendidikan yang tidak terserap sebesar Rp 17.192.740.726 atau 81,99 persen dari anggaran sebesar Rp20.969.661.620. (Selengkapnya lihat grafis). Kondisi itu diakui Kepala Dispendik Zainullah saat dikonfirmasi kemarin (25/4).
“Juknis 2014 ter lambat, sehingga dimasukkan dalam P-APBD. Sementara P-APBD pendiri juga terlambat,” ...
Sign up here with your email
ConversionConversion EmoticonEmoticon